Diet ketogenik atau yang biasa disebut dengan nama diet keto merupakan salah satu metode diet yang cukup populer dikalangan masyarakat. Diet ketogenik menjadi salah satu metode diet yang diakui mampu menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Bukan hanya itu, pola makan ketogenik juga bermanfaat untuk meningkatkan energi bagi tubuh, meningkatkan konsentrasi dan berpengaruh pada kondisi mental.
Diet ketogenik merupakan metode diet dengan penerapan pola makan yang rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak dan diikuti asupan protein sedang. Dari penjelasan tersebut kemudian muncul pertanyaan, mengapa malah menambah asupan lemak? Bukankah menambah lemak tubuh kita akan makin gemuk? Karbohidrat diketahui sebagai sumber energi utama tubuh, akan tetapi bukan berarti tubuh tidak bisa mendapat energi tanpa adanya karbohidrat. Tubuh memiliki sumber energi lain yaitu asupan lemak. Ketika tubuh kekurangan karbohidrat maka tubuh akan mengubah lemak menjadi energi agar tetap beraktivitas. Namun, pemula sering mengalami keto-flu (lemas, sakit kepala, dan mual) pada minggu pertama karena tubuh sedang beradaptasi. Diet ini juga tidak disarankan jangka panjang tanpa pengawasan medis bagi pengidap gangguan ginjal, hati, serta ibu hamil. Berikut presentase karbohidrat, lemak dan protein untuk pola makan ketogenik :
- 60-75 % lemak
- 15-30% protein
- 5-10 % karbohidrat
Untuk lebih memudahkan melihat bahan makanan apa saja yang dianjurkan dan yang perlu dihindari bisa dilihat melalui tabel berikut :
| Hal | Dianjurkan | Dihindari |
| Lemak | Minyak zaitun Susu dan produk olahan susu kaya lemak Coconut oil Keju Minyak ikan Mentega Heavy cream | Mayones Canola oil Corn oil Sun flower oil Margarin Minyak sayur |
| Protein | Kacang almond Steak Daging sapi Daging ayam Ikan tuna Ikan salmon Telur Ikan air tawar Daging domba | Kedelai Kacang tanah Kacang merah Kacang koro |
| Karbohidrat | Sayur-sayuran hijau Kembang kol | Nasi Gandum Kentang Jagung Pasta Mie Umbi-umbian |
| Cairan | Infus water (air putih yang dicampur potongan buah, sayur, atau herbal) Kaldu | Soda Jus buah Kopi manis Teh manis Alkhohol Diet soda |
| Lain-lain | Sour cream Bawang putih Gula stevia Erythritol | Gula Permen Jelly Kue Produk low-carb |
| Sayur | Asparagus Brokoli Timun Jamur Selada Paprika Kubis Sayuran hijau (kangkung, bayam) | Kentang Jagung |
| Buah | Stroberi Blueberry Cranberry Rasberry Jeruk Alpukat Buah zaitun | KelengkengMelonSemangkaManggaPisang |
Berikut contoh gambaran masakan ketogenik :


Contoh Menu Harian (Rendah Karbohidrat)
- Sarapan: Orak-arik 2 butir telur dengan mentega, ditambah potongan alpukat dan keju.
- Makan Siang: Dada atau paha ayam panggang teflon dengan tumis bayam minyak zaitun.
- Makan Malam: Ikan kembung atau salmon goreng, disajikan dengan cah brokoli bawang putih.
3 Tips Ampuh Mengatasi Keto-Flu
- Minum Air Garam: Tambahkan sejumput garam murni (seperti garam Himalaya) ke air minum untuk mengganti elektrolit yang hilang.
- Perbanyak Lemak Sehat: Tambahkan satu sendok minyak kelapa murni (VCO) ke makanan atau kopi jika merasa lemas.
- Kurangi Karbohidrat Bertahap: Jangan langsung memotong drastis karbohidrat jika tubuh Anda kaget, turunkan porsinya perlahan dalam 3-5 hari.
Tidak hanya ampuh untuk menurunkan berat badan, pola diet ini juga membantu untuk :
- Mengendalikan gula darah
- Menurunkan tekanan darah
- Meningkatkan kolesterol baik
- Meningkatkan energi
- Meningkatkan daya tahan fisik
- Meningkatkan fokus mental
- Mengantisipasi Alzheimer dan Epilepsi
- Solusi penting bagi penderita alergi Gluten
Diet ketogenik bukan sekadar tren penurunan berat badan, melainkan sebuah komitmen perubahan gaya hidup yang harus diimbangi dengan pemahaman nutrisi yang tepat.
Tinggalkan Balasan